Rabu, 12 Oktober 2011

KESULITAN BELAJAR


Gangguan yang menyebabkan masalah dalam berbicara, mendengarkan, membaca, menulis atau kemampuan matematika, juga gangguan perkembangan spesifik. Kesulitan belajar adalah gangguan dalam kemampuan belajar termasuk dalam hal berbicara, mendengarkan, membaca, menulis, atau kemampuan matematika. Anak yang mengalami kesulitan belajar terlihat dari kemampuan akademiknya satu atau dua tahun dibawah dari anak seusianya dengan intelegensi normal. Sering kali kesulitan belajar ini tampak bersamaan dengan kesulitan lain seperti ADHD (Attention Deficit/hyperactivity disorder) yang disebabkan oleh ketidakteraturan fungsi dari bagian tertentu pada otak. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan.
            Kesulitan belajar dihubungkan dengan disfungsi otak yang mempengaruhi kemampuan dasar seperti  kemampuan persepsi indra. Pada umumnya kesulitan belajar dalam bidang akademik antara lain adalah :
1)      1) Dyslexia
Biasa disebut juga gangguan perkembangan membaca. Gejalanya antara lain:
·         Kesulitan mengenal kelompok huruf
·         Kesulitan menghubungkan antara huruf dengan bunyi
·         Kesulitan dalam membentuk sukukata
·         Pembalikan posisi huruf
·         Kekacauan dalam mengeja
·         Keraguan dalam mengucap kata
·         Kurang memahami arti kalimat
2)      2) Dysgraphia
Biasa disebut dengan gangguan/kesulitan menulis. Termasuk didalamnya :
·         Kesulitan membuat formasi huruf
·         Menulis keluar dari garis
·         Pengulangan dan penghilangan huruf
·         Kesulitan meletakkan tanda baca dan huruf besar
·         Mirror writing
·         Macam-macam masalah ejaan
3)      3) Dyscalcula
Lebih dikenal dengan kesulitan belajar matematika, biasanya muncul setelah kesulitan belajar membaca dan menulis. Gejalanya adalah :
·         Kesulitan dalam menghitung
·         Kesulitan dalam membaca dan menulis angka
·         Sukar memahami konsep matematika dasar
·          Tidak menguasai pengukuran, pengelompokkan dan pola
Lalu ada beberapa solusi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu :
1)      Assesment
Assesment terhadap kesulitan belajar dapat dilakukan oleh satu atau lebih dari para ahli, misalnya psikolog, psikiater, dan neorolog. Penilaian yang dapat dilakukan adalah melalui test IQ untuk mengetahui kemampuan verbal dan non verbal anak, projective test untuk mengevaluasi tingkat emosional.
2)      Treatment
Pada dasarnya treatment untuk anak kesulitan belajar adalah remedial education dan psychotherapy. Keduanya dapat dilaksanakan secara bersamaan atau salah satu mengikuti yang lain sesuai kebutuhan. Remedial sebaiknya dilaksanakan secara individual dengan seorang tutor. Tujuannnya adalah mencari dan meruntuhkan dinding penyebab kesulitan belajar.
            Pada dasarnya yang paling dibutuhkan oleh anak-anak berkesulitan belajar adalah kasih sayang, pengertian dan kesabaran dari orang-orang disekitarnya, terutama dari orang tua. Setelah itu barulah dapat dilakukan penanganan yang tepat. 

DAFTAR PUSTAKA:
·         Clayton,Lawrence , and jaydence Morisson. Coping with a Learning Disability. New york: Rosen Publishing Group, 1992. [Juvenile]
·         Getman, Gerald N. Smart in Everything Except School Santa Ana, CA: Vision Extension, 1992.
·         Novick, barbara Z., and Maureen M.Arnold. Why Is My Child Having Trouble at School?: A Parent’s.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons