Rabu, 12 Oktober 2011

SAAT KEGAGALAN DATANG TUHAN TIDAK MEMBIARKAN AKU TERJATUH






Berawal dari sebuah pilihan yang sulit, malam itu kegelisahan menghampiri aku. Beberapa teman-temanku yang sudah mendapatkan universitas mengungkapkan kegembiraanya melalui FB, SMS. Pertanyaan mulai menghampiri aku dari beberapa temanku,
·         “Ndy, lo ketrima dimana?”
·         “Ndy, gue ketrima di TEKKIM UI”
·         “Ndy, gue ketrima di STAN” 

Aku yang sudah mendaftarkan diriku ke beberapa universitas, mengikuti ujian seleksi masuk dan kini menanti hasil ujian seleksi masuk mulai merasakan gelisah. Gelisah bercampur dengan Pikiran-pikiran yang semerawut (berhasil .... gak, gak..... berhasil). Hanya itu yang terbesit di  pikiranku. Keesokan harinya ketika aku hendak mengakses sebuah situs sebuah PTN terkemuka di Indonesia berharap bahwa ada tercantum namaku, namun harus menelan pait dengan sependek kata berikut,
·         “Maaf Anda belum lulus seleksi ujian mandiri”
·         “Maaf Anda belum lulus seleksi SNMPTN”
·         “Maaf Anda belum lulus seleksi PMDK” 

Seketika itu juga aku merasakan bagaikan terlempar dari duniaku. Mulai merenungkan, merasakan bahwa menerima kegagalan itu tidak segampang yang aku pikirkan. Aku berdoa, bergumul kepada Tuhan berharap bahwa aku bisa kuliah dan mendapatkan tempat (universitas) yang telah Tuhan tetapkan. Akhirnya Tuhan mendengar & menjawab doaku. Tidak ada pilihan lain, bahwa aku harus mendaftarkan diri ke PTS karena sebelumnya PTN tidak ku dapatkan. 

Kini aku sudah berkuliah di salah satu PTS ternama. Momen-momen dimana aku merasakan kesedihan kini sekarang sudah kembali menjadi kebahagiaan. Kuliah dengan mengambil Fakultas Komputer sangat mengasyikkan bagiku. Walaupun harus berhadapan dengan tugas-tugas yang banyak. Dalam hari-hari perkuliahanku aku sering merasakan kehadiran Tuhan yang senantiasa menjamah & membantu aku dalam berbagai kesulitan. Tuhan selalu memberikan solusi kepada ku untuk menyelesaikan segala kesulitanku dalam kuliah. 

Kini,aku mantap berdiri disini, di Bekasi. Sebuah kota yang telah membesarkanku dari kecil hingga sekarang. Aku berjalan di jalan yang gelap dan pelitanya hanya satu, Yesus. Sepanjang jalan gelap itu, Tuhan tidak membiarkanku terjatuh dan merasakan kesedihan. Tuhan menciptakan banyak petunjuk jalan dan banyak orang yang berjalan bersamaku di lorong gelap itu. Sebuah cahaya tampak dan cahaya itu seolah Tuhan sendiri.
 
Berat rasanya jika aku harus kembali mengingat saat keterpurukan itu namun Tuhan menjadikan setiap waktuku menjadi kenangan indah, maka hidup ini ada. Tanpa adanya perubahan, tidak ada pertumbuhan. Jadi, janganlah putus asa melainkan harus bangkit melawan keterpurukan.     

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons